Rabu, 07 November 2012

terasing


Aku lupa caranya mencintai
Aku lupa akan ketulusan
Aku lupa rasanya disayang,dimanja,dikasihi
Aku lupa bagaimana rasanya punya sahabat yg benar2 bisa mendengar keluh kesahku
Aku lupa bagaimana rasanya dipedulikan
Akupun lupa bagaimana rasanya punya ayah
Keindahan,kebahagiaan apakah hanya didalam mimpi
Seperti film-film kebanyakan?
Apakah memang aku yg tak pantas dapat itu semua?
Papa pergi sejak aku kelas 5 SD
Mama terasa sekali membedakan aku dengan saudara2 ku yg lain
Dimana orang lain mampu bercerita bebas kepada orang tuanya
Menjadikanya seperti teman,sahabat,kakak
Itu Tidak untuku...
Mulai kucari peralihan dengan mencoba mencintai sang adam
Ku dapati cintanya
Ia begitu menyayangiku,memanjakanku,membuat aku bahagia,apapun yg aku mau selalu berusaha ia penuhi,kemana aku ingin pergi ia turuti semua langkahku,terasa sekali ia benar mencintaiku setulus hatinya,selalu dengar apa cerita-ceritaku,keluh kesahku.
Apa yg ku ta dapatkan didalam rumah ini,aku dapatkan darinya
Ia mampu menjadi yg ku inginkan
Ia jauh 10th diatas usiaku,bisa menjadi pengganti papaku
Akupun begitu menyayanginya,nyaman amat sangat didekatnya
Tulus ku mencintainya,menyayanginya
Masihku ingat pengorbanannya untuku
Jarak tidak menjadi masalah untuknya mencintaiku
Sejauh apapun aku berada,saat aku ingin ia didekatku
Ia muncul dengan selalu berharap aku bahagia
”aku berharap,kebahagiaan selalu datang untukmu mybeibz”
Selalu ia katakan itu untuku
Tidak pernah membuat aku kelaparan,selalu banyak kisah-kisah pencarian makanan sampai kami menyukai bebek
Bahkan ada scedule
Semua yg kami rencanakan
Kado special kelulusan kuliah,”pernikahan”
Usaha kecil-kecilan disabtu dan minggu
Mencari rumah sederhana untuk kami nantinya
Tabungan bersama
Jadwal jalan-jalan ke tempat yg ingin kami kunjungi bersama
Semua kini hilang
Aku akui pengorbananmu
Sampai kau memohon pada ibumu untuk bisa menikahiku
Tapi nyatanya tetap ibu tidak menginginkanku didekatmu selalu sampai akhirku
04 Maret 2012
Ia tidak lagi ada untuku
Ia tidak lagi memanjakanku
Tidak lagi menyayangiku
Tidak lagi membuatku nyaman
Tidak ada lagi yg mendengar ceritaku
Tidak ada lagi canda tawa bersama dimanapun kami berada
Tidak ada lagi yg menjemput aku saat aku kehujanan,kelaparan,kesakitan
Cuma ia yg peduli sakitku
Semua yg direncanakan,hancur
Impian bersama hilang
Dalam sekejap semua hilang
Masih aku menunggu saat ujian kuliah tiba
Ku pamerkan nilaiku padanya,hadiah-hadiah kecil saat nilaiku memuaskan
Semangatku menyala-nyala ketika ujian tiba
Masih tetap kala itu
Tapi kini ???
Terasa aku rapuh tanpanya
Apa kamu tahu???
Mama kakak ku tidak pernah bangga apa yg aku raih saat ini
Semua terasa kurang untuk mereka
Nilaiku baguspun mereka tidak peduli
Jangankan nilai,hadiah-hadiah kecil yg aku berikan dri jerih payahku,tidak dianggap
Selalu salah dan berbeda dibanding kakak adikku
Tidaku dapatkan pula support untuk aku terus semangat kuliah ataupun bekerja
Tidak bangga padaku
Mau menjadi baik atau nakalpun mereka tidak peduli
Begitu bebasnya aku
Pulang larutpun takan ada yg mencariku
Benar-benar hanya dirinya yg membuatku teratur
Aku nyaman dan benar-benar bisa menuruti kata-katanya
Bahkan tidak mendapatkan temanpun
Aku turuti
Yg aku pikirkan hanyalah,bagaimana kelak menjadi istri untuk suaminya
Ini kebodohanku
Ia belum suamiku
Tapi aku menuruti kata-katanya
Sampai saatnya aku benar-benar tidak punya kawan
Untuk acara-acara reunipun aku tidak diizinkan mengikutinya
Tapi saat itu aku benar-benar berpikir (telah cukup ia untuku)
Tapi nyatanya???
Saat ia pergi
Tidak ada satupun kawan yg mengerti aku
Tidak ada tempat aku menangis
Tidak ada tempat aku bercerita
Aku benar-benar rapuh
Aku mampu mengerjakan semua sendiri
Biaya-biaya kuliah aku bisa dapatkan dengan gajiku
Laptop,tabungan masa depan,motor,biaya adik sekolah,pengeluaran aku,belanja bulanan dirumah,semua aku bisa dapakan dengan jerih payahku.
Tapi untuk cinta???
Tidak
Aku tidak dapatkan dirumah ini
Aku pun gagal akan cintaku
Aku masih diam disini
Saat waktu terus berputar
Tapi aku justru diam tidak maju tidak mundur
Aku rapuh
Dan kini aku tahu apa yang aku ingin
Penyemangat,support,perhatian
Hanya itu
Aku akan bisa berjalan lagi
yaRabb,...terimakasih atas waktu yg diberikan sampai detik ini
apapun yg aku inginkan engkau kabulkan
dari kuliah sambil kerja
beli laptop,bekerja ditempat yg sesuai kuliahku,sampai motor
semua karenaMU yaRabb,...
tapi kenapa aku ingin dia,Kau tidak memberikan ia untuku???
Aku mau dia yaRabb,..aku mau dia...
Ini salah pemikiran
Allah begitu memanjakanku,sampai aku lupa diri
Allah begitu sayang padaku sampai aku sombong
Aku sombong bahwa apa yg aku inginkan itu selalu benar
Padahal nyatanya tidak
Kuliah,kerja,laptop,biaya adik sekolah,motor,dll itu memang baik
Tapi dia tidaklah baik untuku
Jika memang baik
Allah pasti memberikan ia untuku
Ini ujianku karna kesombonganku
Karna saat itu yg kupikir dialah jodoku
Yg nyatanya bukan
Sampai – sampai dari dirinyalah aku bisa belajar untuk menjadi istri yg baik untuk suaminya kelak
Menyukai memasak hanya untuknya,yang kupikir jika kelak aku menikah dan masakanku tidak enak,ia akan memukulku seperti cerita Nabi yg kubaca
Aku tidak keluar rumah saat ia menyuruhku untuk tetap tinggal dirumah
Semua kuturuti karna kupikir memang dia untukku
Maafkan aku yaRabb ...aku telah sombong
Kini aku mencoba berjalan
Sulit ...sulit sekali
Aku sendiri tanpa support
Ada yg support aku,tapi aku tahu ia tidak tulus
Menginginkan sesuatu dari diriku
Aku tidak tahu apa tapi aku merasakan itu
Aku hanya diam biar Allah yg balas itu
Tidak akan aku membenci atau menjauhinya
Biar ia mengetahui sendiri bahwa itu salah
Aku tidaklah ingin seperti itu

Pah,...aku kangen
Ingin merasakan bagaimana punya ayah
Bagaimana rasanya keluarga yg utuh
Bercerita bebas denga orang tua sendiri
Aku kangen
Walaupun aku dibedakan
Pasti ceritaku akan berbeda lagi

yaRabb,..aku merasa begitu sombong
aku malu padaMU
bagaimana caranya aku mampu bangkit tuk buktikan bahwa aku memohon ampunanMU
bahwa aku bisa meraih yg lebih baik tuk hidupku
tidak lagi sombong
mau menerima dan ihklas akan semua yg Kau berikan yaRabb,...
sungguh ku mohon ampunanMU
tunjukan jalan terangMU yaRabb,...
kini aku benar-benar rapuh
sejatinya bahwa aku manusia biasa,...
yang tak luput dri kesalahan dan kekhilafan
mohon ampunanMU yaRabb,...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar